Sekilas tentang Bali.

Flora dan faunanya Bali
Iklim Bali yang tropis dengan pergantian 2 musim pada setiap tahun dan jajaran pegunungan dari ujung barat ke ujung timur di tengah pulau Bali menjadikan Bali sebagai daerah yang cukup subur. Berbagai jenis tanaman tropis dapat tumbuh dengan baik dari lahan pegunungan yang dingin hingga lahan dataran di hawasan pantai yang panas. Temperatur udara yang bervariasi 27° C hingga 28°.7 C dengan kelembaban udara berkisar antara
60% pada musim kering dan 100% pada musim hujan kiranya membawa pengaruh pada tingkat kesuburan berbagai jenis tanaman tropis yang tumbuh di Bali.

Keseharian masyarakat Hindu di Bali yang selalu diwarnai dengan berbagai upacara menyebabkan penggunaan unsur tumbuhan relatif tinggi. Unsur daun dan buah kelapa, pisang, buah-buahan serta berbagai jenis bunga merupakan jenis tanaman yang cukup tinggi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Bebarapa jenis buah-buahan seperti salak dan jeruk misalnya, selain amat populer diigunakan sebagai persembahan, juga dikenal sebagai buah primadona, buah khas pulau Bali.
Daerah-daerah di Bali menyimpan potensi dengan keunggulannya masing-masing. Daerah Jembrana di wilayah Bali Barat merupakan pemasok kelapa terbesar, sedangkan aneka jenis buah dan bunga banyak dipasok dari daerah pegunungan seperti Bedugul, Bangli dan Badung Utara. Adapun jenis tanaman keras yang terdapat di hampir seluruh wilayah Bali lebih banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu Kwanitan misalnya, sejenis kayu Nangka, merupakan jenis kayu yang umum dipakai sebagai salah satu unsur penting dalam konstruksi bangunan Bali.
Bali yang kental dengan pelaksanaan upacaranya, selain menggunakan tanaman dan tumbuhan, juga menggunakan beberapa jenis binatang sebagai pelengkap upacara. Ayam, babi dan itik adalah jenis binatang yang paling banyak dligunakan dalam berbagai jenis upacara. Penggunaan jenis binatang lainnya. terutama jenis binatang yang perkembang biakannya lambat, umumnya dibutuhkan hanya untuk upacara besar setingkat tawur bhuta yadnya yang pelaksanaannya dilakukan berkala dalam rentang waktu Iebih dari lima tahun sekali. Macan, misalnya, hanya digunakan dalam upacara Eka Dasa Rudra yang dilaksanakan setiap 1001 tahun sekali.
Potensi fauna Bali tak kalah menarik. Bali memiliki primadona yaitu burung Jalak Bali yang amat langka dan rendah populasinya, bahkan terus menyusut. Selain disebabkan makin terbatasnya habitat di kawasan Taman Nasional Bali Barat akibat terdesak oleh pengembangan hunian dan polusi, tindakan pencurian dan penyelundupan juga ikut menjadi penyebab makin langkanya populasi Jalak Bali.
Budaya masyarakat Bali tidak jauh bergerak dari interaksi dengan alam lingkungannya. Olah pikir manusia Bali dalam memenuhi kebutuhan hidupnya lahir batin hampir seluruhnya adalah gambaran dari paduan nalar dengan potensi alam sekitarnya.

Sumber http://siswa.univpancasila.ac.id

Artikel Terkait: