Komodo


Sedikitnya, hanya ada sekitar 4.000 ekor komodo di alam liar yang hanya bisa ditemukan di tiga pulau di Indonesia: Pulau Komodo, Flores dan Rinca. Komodo jantan yang udah dewasa bisa tumbuh sampai sepanjang 3 meter dan beratnya bisa mencapai 90 kg, itulah yang bikin mereka dapat julukan sebagai ‘kadal terbesar di bumi’. Binatang ini sangat menarik untuk dipelajari, karena mereka sangat unik.
Selama ini orang beranggapan mulut Komodo menyimpan bakteri virulen yang bisa menginfeksi mangsanya dengan cepat. Tetapi beberapa analisis tentang Komodo menunjukkan adanya saluran kelenjar racun yang mengarah ke gigi komodo. Ternyata ketimbang menggunakan kekuatan gigitanuntuk menggigit mangsanya, Komodo lebih suka menjepit mangsanya dengan gigi2nya lho. Karena dengan cara ini, bisa atau racun dapat meresap ke luka yang ada pada tubuh mangsanya.
Pernah denger tentang kadal Monster Gila ngga? (baca: Hee-La, bukan Gila beneran dalam bahasa Indo) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadal ini berada di garis keturunan yang sama dengan komodo. Sistem racun dalam kadal dan ular juga sebenarnya berasal dari satu nenek moyang.
Penelitian menggunakan simulasi komputer untuk meneliti tengkorak Komodo yang lalu menghasilkan fakta bahwa kekuatan gigitan komodo hanya seperenam dari buaya air asin Australia, yang notabene memiliki ukuran tengkorak yang sama. Sebaliknya, tengkorak Komodo dioptimalkan untuk menghadapi tekanan yang terjadi jika mangsanya berusaha berontak atau mau kabur. Selanjutnya, pemindaian MRI pada kepala Komodo mengidentifikasi adanya saluran kelenjar racun besar yang mengarah ke ruang diantara gigi2 komodo. Pembedahan saluran kelenjar ini juga menunjukkan bisa yang dikenal untuk menurunkan tekanan darah dan bertindak sebagai anti-koagulan (menyebabkan darah ngga bisa membeku hingga mangsanya shock dan berdarah sampai mati).
Komodo ini hanya menghasilkan sejumlah kecil racun yang relatif lemah dan metode pengiriman racun pada mangsanya bukan yang paling efisien. Komodo membuat luka besar menggunakan kekuatan gigi mereka, dan itu biasanya cukup lebar untuk memasukkan bisanya. Komodo itu cukup kuat untuk mempertahankan mangsanya lho. Beda banget ma ular. Dari segi fisik, ular berbisa jauh lebih lemah karena ular berbisa ngga kuat jika harus tetap mempertahankan mangsanya dalam gigitan mereka, ular berbisa harus menyuntikkan bisa ke mangsanya dan membiarkan mangsanya pergi sambil menunggu bisanya bekerja. Itu sebabnya ular berbisa memiliki taring berongga dan racun mematikan yang melebihi komodo.
Hasil penelitian ini menyimpulkan kalo bakteri yang ada di dalam mulut komodo bisa menginfeksi mangsanya dengan cepat. Tapi penelitian baru gagal menunjukkan jenis bakteri apa yang biasanya terdapat pada liur Komodo. Teori ini udah diuji bertahun-tahun, tapi ngga pernah benar-benar terbukti.

Judul asli : Naga Dari Timur.
Lebih rinci simak www.satwaunik.com


Artikel Terkait: