Wisata Yogyakarta.

Obyek Wisata Di Yogyakarta.



Berikut ini informasi tentang beberapa tempat wisata di Yogyakarta yang diambil dari berbagai sumber.

Taman Sari Yogyakarta
Salah satu objek wisata jogja yang bersejarah, yaitu Taman Sari Yogyakarta berlokasi di Kampung Taman Kecamatan Kraton, kota Yogyakarta. Tidak terlalu sulit menjangkaunya, karena hanya sekitar setengah kilometer sebelah selatan Keraton Yogyakarta.

Arsitekturnya bergaya Eropa (Portugis), dan dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I (akhir abad XVII M). Pintu gerbang menuju kompleks Taman Sari biasa disebut Gerbang Kenari berada di sebelah timur. Tapi, sebenarnya gerbang ini adalah gerbang bagian belakang. Gerbang depan di sisi barat telah hilang, rusak dan berubah menjadi perkampungan penduduk.

Kompleks Tamansari pada zamannya adalah sebuah istana air yang berada di dalam benteng dan khusus diperuntukkan bagi Sultan dan keluarganya sebagai tempat rekreasi, peristirahatan Sultan Hamengkubuwono I dan kerabatnya, dan juga sebagai tempat pertahanan. Hal ini bisa dilihat dari beberapa bagian bangunanya yang masih utuh, misalnya terowongan bawah tanah, danau buatan, kolam pemandian dengan ruang ganti pakaian, ruangan untuk menari, dapur, dan brbagai bangunan lain.
Penduduk setempat banyak yang berjualan cinderamata, dan art shop atau galeri bisa ditemukan di hampir setiap lorong ataupun gang. Di sini juga terkenal dengan kerajinan batik. Kita dapat berbelanja maupun melihat secara langsung pembuatan batik-batik tulis ataupun batik cap.
Lokasi: Kampung Taman, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta. Atau setengah kilometer sebelah selatan Keraton Yogyakarta.
Objek: terowongan bawah tanah, kolam pemandian dengan ruang ganti pakaian, ruangan untuk menari, dapur dan berbagai bangunan lain.

Ramayana Ballet
Pada waktu tertentu, di panggung terbuka dan panggung trimurti kompleks Candi Prambanan digelar pertunjukan Ramayana Ballet. Pertunjukkan oleh ratusan penari di atas panggung menceritakan kisah romantis dikemas dengan balutan seni gerak dan tari yang apik. Pagelaran Sendratari yang mengambil cerita epos Ramayana tentang kisah Rama dan Shinta ini menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara.
Pada musim kemarau (bulan Mei s.d Oktober) sendratari Ramayana digelar di Panggung Terbuka selama empat hari berturut-turut, mulai pukul 19.30-21.30 WIB. Sendratari ini disajikan dalam empat episode dengan satu episode per malamnya. Keempat episode tersebut adalah; Hilangnya Dewi Shinta, Hanuman Sang Duta, Gugurnya Sang Kumbakarna, dan Api Suci Dewi Shinta. Sendratari dibawakan secara kolosal oleh lebih dari 200 penari di pelataran Candi Prambanan yang tampak megah dan anggun oleh tata lampu yang meneranginya.
Pada musim penghujan (bulan November s.d April), sendratari digelar di Panggung Trimurti (indoor) dan cerita dibawakan secara penuh tiap malamnya, dan dipentaskan setiap Selasa dan Kamis yang dibawakan oleh lebih dari 50 penari profesional dengan durasi 2 jam.
Lokasi : Panggung Terbuka Ramayana & Panggung Trimurti, di kompleks Candi Prambanan, Jl. Solo.

Candi Prambanan
Candi Prambanan dikenal sebagai peninggalan Hindu abad 10M. Terletak 17 kilometer arah Timur dari pusat kota Yogyakarta, di Jl. Adisutjipto. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Bentuk bangunannya menjulang tinggi 47 m, berbeda dengan Candi Borobudur yang melebar. Di sekelilingnya terdapat ratusan arca dan candi-candi kecil yang makin menambah kecantikannya.
Legenda Candi prambanan berkaitan dengan dengan kisah cinta seorang lelaki bernama Bandung Bondowoso yang berkeinginan memperistri Roro Jonggrang. Syaratnya, Roro Jonggrang meminta Bandung Bondowoso membuatkannya candi dengan 1000 arca dalam semalam. Ketika 999 arca telah dibuat, Jonggrang menggagalkannya dengan meminta warga desa menumbuk padi biar suasana seperti pagi hari dan ayam jantan mulai berkokok. Lantaran kecewa dan merasa ditipu, ia lantas mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca yang keseribu.
Candi ini sempat rusak akibat gempa 27 Mei 2006 yang lalu, namun saat ini sudah direnovasi dan kembali dibuka untuk umum.
Lokasi : Jl. Solo, prambanan, Yogyakarta

Candi Borobudur
Candi Borobudur telah dikenal masyarakat dunia. Candi Borobudur adalah candi Buddha terbesar di abad ke-9 yang berukuran 123 x 123 meter dan dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Berdasarkan prasasti Kayumwungan, terungkap bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak awal dibangun. Nama Borobudur itu konon artinya adalah sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), tapi ada juga yang mengatakan kalau Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi. Candi ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Buddha di kompleksnya.
Bangunan candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat punden berundak. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Ini sesuai dengan mahzab Buddha Mahayana, di mana setiap orang yang ingin mencapai tingkat kesempurnaan sebagai Buddha, mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut. Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang akan terbaca secara runtut bila kamu berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi).
Warga di desa-desa sekitar seperti Karanganyar dan Wanurejo, biasa membuat kerajinan atau souvenir sebagai cinderamata. Kalau ingin lihat panorama candi Borobudur dengan jelas, pergi aja ke puncak Watu Kendil yang tak jauh dari situ.
Pada area lahan candi Borobudur terdapat sejumlah objek menarik untuk dikunjungi seperti atraksi binatang dan Museum, seperti Museum Karmawibangga dan Museum Samuderaraksa. Sebagai tujuan wisata kelas dunia, komplek Candi Borobudur menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, seperti parkir bis, hotel, restoran, toko Souvenir, mushola, toilet, pusat informasi & telekomunikasi. Untuk mempelajari sejarah lebih dalam, ada baiknya menggunakan jasa touris guide / pemandu wisata yang akan menjelaskan sisi sejarah dan makna arsitektur setiap sudut menarik di dalam komplek candi.
Lokasi : Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Grand Puri Water Park
Grand Puri Water Park hadir di Yogjakarta sebagai taman rekreasi air dan kolam renang. Tuntutan lahirnya taman rekreasi keluarga dan anak-anak di Jogja karena kota ini adalah tujuan wisata terbesar setelah bali di Indonesia. Jumlah wisatawan yang berkunjung akhir-akhir ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan tidak saja kunjungan wisatawan mancanegara tetapi juga wisatawan nusantara.
Grand Puri Water Park terletak di Jl. Parangtritis km. 9,5. Tersedia banyak pilihan permainan air yang cocok bagi kita semua dan khususnya anak-anak, keluarga, pelajar dan mahasiswa. Di awal pembangunan ini baru tersedia 4 kolam yaitu kolam Balita, kolam olympic, kolam untuk aneka permainan dan kolam arus. Dilengkapi dengan Kedai Makanan yang menyediakan aneka menu makanan khas Indonesia. Diharapkan Grand Puri Water Park akan menjadi salah satu tujuan wisata menarik, karena tahap berikutnya akan dikembangkan wahana lagi yaitu berupa kolam ombak dan permainan boomerang.

Taman Rekreasi Kids Fun di Yogyakarta
Taman rekreasi Kids Fun dibangun tahun 1998, diatas tanah seluas 2 hektar. Disini dibangun berbagai wahana permainan dan kolam renang dengan standar internasional. Merupakan tempat rekreasi dengan berbagai permainan modern. Kolam renang disini termasuk dalam wahana Water Boom”Aqua Splash”.
Selain itu berbagai wahana rekreasi dengan berbagai fasilitas permainan seperti une Bug, Harley Davidson, Jet Rider, Forklift, Grand Canyon, Gnome Land, Jump & Fun, Vespa Ciao, Santa Fe Express, Ferrari Cars, Star Trex, Aqua Splash, Adventure Mini Golf, dan Go-Kart akan menghibur dan membantu anda melepaskan kepenatan dari tugas rutin. Sangat mengasyikkan apabila anda mengajak seluruh keluarga untuk mencoba semua permainan yang ditawarkan di Taman Rekreasi kids Fun
PT. Produk Rekreasi sebagai pengelola sangat memperhatikan konsumennya dari banyak sisi, yaitu Keselamatan, Harga Terjangkau, dan Hiburan. Faktor keselamatan merupakan konsep utama dari Kids Fun Parks khususnya bagi para pengguna mainan. Perhatian tersebut juga ditunjukkan dengan disediakannya berbagai peralatan keselamatan, misalnya untuk pengendara Go Kart harus memakai uniform dan helm. Juga adanya kerjasama dengan sebuah klinik kesehatan untuk darurat kecelakaan. Selain itu jenis – jenis permainan yang ada juga dirancang sedemikian rupa sehingga tidak membahayakan anak – anak.
Selain keselamatan, pengelola juga membebankan harga tiket masuk yang terjangkau serta adanya berbagai jenis paket untuk rombongan, Kids Fun dapat dinikmati oleh berbagai kalangan dan golongan masyarakat. maka dari itu jelas bahwa PT Produk Rekreasi ingin memberikan hiburan atau rekreasi yang terbaik untuk anak – anak, remaja, bahkan orang tua, karena jenis – jenis permainan cocok untuk segala usia.

FASILITAS :
• Berbagai macam makanan dengan harga sangat terjangkau tersedia di 3 buah cafe yang ada di Kids Fun, yaitu Carribean Cafe, Viva Italia Cafe serta Bujana Cafe.
• Tempat Ibadah / Mushola
• Area parkir yang luas juga merupakan keuntungan tersendiri bagi pengunjung, khususnya untuk rombongan, karena selain luas area parkir Kids Fun juga aman karena terletak dalam satu areal Kids Fun yang dibatasi pagar.
PERMAINAN
Berbagai jenis permainan dengan panorama dan dekorasi yang sesuai dengan tema permainan baik untuk anak – anak juga tersedia permainan untuk remaja dan keluarga. Semua permainan tersebut dikelola dan dirawat oleh karyawan PT Produk Rekreasi yang sudah berpengalaman dan memiliki motivasi yang tinggi utnuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjung.
Sampai dengan usianya yang ke – 13 ini, kami telah memiliki cabang di beberapa mall kota – kota sebagai berikut :
1. Kids Fun Adventure Island Ramai Mall Yogyakarta
2. Kids Fun Moro Adventure Island Purwokerto
3. Kids Fun Adventure Island Java Supermall Semarang
4. Kids Fun Adventure Island Toko Progo Yogyakarta
5. Kids Fun Adventure Island Toko Ramai Ungaran
6. Atlantis Family Recreation Center Galeria Mall Yogyakarta
7. Kids Fun Adventure Island Assalam Hypermarket Solo
8. Kids Fun Adventure Island Mickey Mouse Wonosobo
9. Kids Fun Wild Wild West Cirebon Mall Cirebon
10. Kids Fun The Lost City Timbul Jaya Madiun
11. Kids Fun Wonosobo Tirta Artha Wonosobo
12. Kids Fun Adventure Island Saudara Jepara
13 Kids Fun Cartoon City Indogrosir Yogyakarta
14. Kids Fun Mirota Pasaraya Yogyakarta
Alamat:
Jl. Wonosari Km. 10, Piyungan

Puncak Suroloyo
Satu lagi puncak dataran tinggi di provinsi Yogyakarta yang menawarkan suatu pemandangan menakjubkan adalah Puncak Suroloyo. Letaknya di perbukitan Menoreh dan dinamakan puncak Suroloyo, konon ditempat ini Sulatan Agung bertapa guna menjadi penguasa tanah Jawa karena diyakini tempat ini adalah pusat dri Tanah Jawa atau kiblatnya tanah Jawa.
Ketika telah sampai di bukit Suroloyo akan terlihat tiga gardu pandang yang dikenal dengan istilah “pertapaan”, yang bernama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran. Gardu Suroloyo adalah pertapaan yang pertama kali dijumpai. untuk mencapainya bisa berjalan kaki menaiki 286 anak tangga. Dari puncak, anda bisa melihat Candi Borobudur dengan lebih jelas, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, serta pemandangan nuansa kota Magelang dari ketinggian bila kabut tak menutupi. Dari ketiga pendopo ini pula bisa dinikmati pemandangan yang sangat luar biasa indahnya, apabila cuaca sedang cerah dan tidak ada kabut yang menghalangi jarak pandang anda bisa melihat Candi Borobudur secara jelas dari ketinggian. Kemudian 4 gunung besar pulau Jawa, yaitu gunung Merapi, Merbabu, Sumbing dan Sindoro. Juga kota Magelang dan Wates serta pantai Glagah bisa dilihat dari puncak Suroloyo yang berada di ketinggian kurang lebih 1000 meter diatas permukaan laut. Di tempat ini juga terdapat batas wilayah provinsi Yogyakarta dengan provinsi jawa tengah. Disarankan untuk dapat menikmati semua pemandangan indah tersebut, anda datang waktu pagi hari atau subuh. Karena bisa menikmati suasana terbit. Jalan berliku yang dilalui dari kota Yogyakarta sepadan dengan apa yang akan kita nikmati di puncak Suroloyo ini.

Pantai Siung
Bagi penggemar panjat tebing, cobalah datang ke Pantai Siung yang lokasinya di sebelah selatan Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul. Pantai ini dikelilingi tebing-tebing pengunungan kapur (karst) sehingga karakteristik batuannya cocok untuk panjat tebing. Makanya tak mengherankan kalo pantai ini sangat terkenal di kalangan hobies panjat tebing. Konon, tebing pegunungan kapur di Pantai Siung ini adalah yang paling indah di seluruh Nusantara. Bagi para climber, tingkat kesulitan dan medannya pun sangat menantang.
Di pantai siung ini terdapat 250 jalur pemanjatan yang bisa mewadahi para hobies olah raga panjat tebing. Tiap tahunnya dipantai ini digelar puluhan acara dan lomba panjat tebing yang dihadiri para climber dari seluruh nusantara, bahkan ada juga peserta dari mancanegara.
Buat kamu yang pengin bikin acara dan bermalam di sini, ada fasilitas ground camp yang bisa kamu gunakan buat bikin tenda plus acara api unggun ketika melewatkan malam. Tak jauh dari sini, ada sebuah rumah panggung kayu yang bisa disewa dan kamu gunakan sebagai base camp. Ukuran base camp-nya cukup besar, cukup buat 12-15 orang.
Lokasi : Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, sekitar 70 km dari kota Jogja.

Museum Batik
Sempatkan mampir ke Museum batik untuk tahu sejarah jejak perjalanan seni batik di Indonesia karena batik adalah warisan seni budaya asli Indonesia, yang sudah sepatutnya kita jaga dan rawat, supaya tidak punah begitu saja. Lokasi Museum Batik ada di Jl. Dr. Sutomo 13A, Yogyakarta.
Ribuan koleksi batik dan peralatan untuk membuatnya tersimpan di museum ini. Motif batiknya pun bermacam-macam. Konon setiap motif memiliki makna dan filosofi tersendiri. Makanya, ada motif Pethuk Manten yang merupakan salah satu koleksi tertua, yang digunakan sebagai persembahan mempelai pria untuk mempelai wanita dalam pernikahan.
Ada motif Kawung, salah satu motif batik yang biasa dipakai raja-raja keraton, memiliki filosofi “ingat dan waspada”. Lain lagi dengan motif kain batik Semen yang biasa dipakai untuk menggendong bayi. Sebuah motif kain batik juga bisa menggambarkan status sosial pemakainya. Oleh karena itu, sehelai batik tidak dapat dikenakan sembarang orang. Misalnya motif Perang yang biasa dipakai raja, tidak akan pantas ketika dipakai oleh seorang abdi keraton.
Lokasi: Jln. Sutomo 13A, Yogyakarta, Telp: +62-274-562338

Pantai Baron
Buat kamu yang suka berlibur ke pantai, objek wisata Pantai Baron wajib kamu singgahi. Pantai yang cantik ini terletak sekitar 23 km arah selatan kota Wonosari, atau 65 kilometer dari kota Jogja. Pantai ini sebenarnya merupakan teluk yang diapit oleh dinding bukit kapur yang dipenuhi oleh pohon kelapa. Di pantai ini juga terdapat muara sungai bawah tanah yang sering digunakan untuk mandi sehabis bermain di laut. Tempat ini juga sering digunakan untuk berkemah atau kegiatan lintas alam melewati bukit-bukit yang mengelilingi teluk pantainya. Di sisi sebelah timur, terdapat gardu pendang, jika kamu pengin menikmati panorama pantai. Di sini kamu juga bisa membeli ikan-ikan segar hasil tangkapan mereka. Kalau mau yang tinggal santap, kamu bisa coba menu khas pantai ini, yakni Sop Kakap. Rasanya… enak.
Lokasi : Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul.

Malioboro Yogyakarta
Belum disebut pergi ke Jogja kalo belum mampir ke Malioboro. Entah apa alasannya, tapi yang pasti nama jalan ini sudah hampir sama dengan kota Jogja itu sendiri. Konon, ada yang bilang Jalan Malioboro yang terletak 800 meter di utara Kraton Yogyakarta ini, dulunya dipenuhi karangan bunga setiap kali kraton melaksanakan perayaan. Lantas jalan ini pun kini dinamakan malioboro yang dalam bahasa sansekerta berarti “karangan bunga”. Jalan ini juga seolah merupakan “garis imaginer” yang menghubungkan Kraton, Tugu, dan Gunung Merapi di sebelah utara. Kawasan malioboro merupakan pertokoan modern bentukan pemerintah penjajah kolonial Belanda.
Kawasan Malioboro Yogyakarta dibangun oleh pemerintahan Kolonial Belanda sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan. Bahkan sampai sekarang kawasan ini masih mnjadi pusat perekonomian dan pemerintahan kota. Di sebelah timur jalan berderet gedung-gedung pemerintah seperti kantor Gubernur, kantor DPRD dan komplek perkantoran pemerintah provinsi Yogyakarta, selain itu kantor Tourist Information Center dan Malioboro Mal juga ada di deretan ini. Sedangkan di sebelah barat jalan lebih didominasi oleh deretan toko-toko dan kaki lima penjaja cideramata yang tertata dengan rapi.
Menelusuri Malioboro menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Kamu bisa cari penginapan / mulai dari kelas melati hingga berbintang lima cukup dengan berjalan kaki atau naik becak atau andong. Ruas timur jalan memang jadi pusat pertokoan, juga mall. Sementara di ruas barat sebagai surganya cinderamata. Banyakl oleh-oleh dapat ditemukan disini, seperti kerajinan batik, kulit, perak, kaos dengan tulisan-tulisan lucu serta berbagai kerajinan lainnya. Tentu saja harga yang ditawarkan disini pun dapat ditawar, dan anda jago dalam tawar-menawar andapun bisa belanja dengan harga yang murah. Cuma, kunci sukses kamu berburu barang adalah kemampuanmu menawar. Akan menjadi sangat membantu kalo kamu bisa ngomong bahasa Jawa
Di malam hari, kamu bisa menikmati makan lesehan di sepanjang jalan ini, dengan menu burung dara goreng, pecel lele hingga nasi gudeg. Ditambah lagi ada serombongan musisi jalanan dengan tembang-tembang lawas yang siap menemani waktu bersantap kamu jadi makin spesial. Hem… makin malam Malioboro makin menghanyutkan!
Lokasi: Jl. Malioboro, selatan Stasiun Tugu Jogja

Selengkapnya simak http://www.jogjawae.com

Bebeng-KaliAdem
Kaliadem adalah suatu kawasan hutan pinus seluas 25 hektar dengan ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut, di lereng selatan Gunung Merapi. Kaliadem berada dalam wilayah administratif desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, Indonesia, ± 25 – 30 km utara Kota Yogyakarta.
Kawasan ini memiliki udara sejuk dan memiliki banyak keindahan dan keunikan alam. Keberadaan Gunung Merapi dengan fenomena vulkaniknya, morfologi gunung dan lembahnya, hutan alam dengan keanekaragaman flora dan fauna serta kondisi sosial budaya yang unik merupakan potensi yang sangat besar untuk kegiatan wisata alam (ekowisata).
Kaliadem dapat dicapai dari Yogyakarta (melalui Kaliurang), dari Solo (melalui Prambanan dan Cangkringan) atau dari Borobudur/Magelang (melalui Tempel dan Turi).Bila ditempuh dari Kalasan bisa melewati jalur alternatif yang tidak terlalu ramai tetapi jalannya berkelok-kelok, bisa juga melewati jalur Jogja -Kaliurang dengan jalan yang lurus tetapi lalulintas agak padat.Sebelum memasuki pintu masuk Kaliurang atau sekitar km 22 belok ke kanan dengan jalan yang agak sempit melewati jembatan tanggul merapi kemudian setelah beberapa km belok ke utara lurus menuju Kali Adem.Jalan yang agak sempit tetapi sudah halus dengan hotmix dan terus menanjak ke utara dengan perumahan penduduk dikiri kanan jalan dan tempat tempat penginapan yang di buka oleh penduduk setempat.
Pemandangan yang sangat indah bila cuaca cerah di perjalanan menuju Merapi.Puncak Merapi kelihatan gagahnya dengan mengeluarkan asap yang tidak henti-hentinya.Beberapa km sebelum memasuki Kali Adem ada lokasi perkemahan yang sangat sejuk dan rindang yang bisa dimanfaatkan untuk perkemahan baik kelompok maupun masal seperti sekolah misalnya.Ada dua jalan masuk menuju Kali Adem setelah kita sampai di Kinahrejo satu lurus menuju lokasi jalan pendakian yang ke dua belok ke kanan dan setelah mendapatkan jalan lagi terus belok ke kiri lurus menuju Kali Adem,Jalan yang kedua walaupun ada jalan yang kurang halus tetapi tanjakannya tidak terlalu curam.
Sesampai di lokasi kita dapat melihat puncak Merapi yang sangat gagah dan indah bila cuaca sedang cerah.Hamparan pasir dari lahar yang dimuntahkan pada waktu terjadi bencana tahun 2006 bisa kita lihat didepan kita.Bunker tempat berlindung penjaga merapi bila terjadi banjir lahar sewaktu-waktu bisa kita lihat di sebelah utara jalan masuk dan disampingnya masih dibiarkan puing puing rumah yanh dulunya tertejang oleh lahar Merapi.
Disekitar jalan kita bisa mendapati kios-kios penjual cendera mata dan juga penjual makanan kas Kali Adem yaitu Juadah dan Tempe, kerajinan bunga Edelwise yang telah dikeringkan .Di dusun Kinahrejo sebelah Barat Kali Adem atau Bebeng inilah bersemayamnya juru kunci Gunung Merapi yang sangat terkenal yaitu mbah Marijan.
Kawasan wisata Bebeng, Kali Adem, dulunya adalah daerah wisata konservasi, di mana hutan dan segala makhluk hidup yang tinggal di dalamnya dilindungi agar tidak punah. Kawasan ini kerap digunakan oleh para pecinta alam sebagai tempat awal pendakian, atau sekedar berkemah bagi para pelajar atau pecinta alam .
Terletak di area Gunung Merapi, di sebelah timur Kaliurang, Bebeng memiliki kelebihan berupa pemandangan yang indah beserta udara yang segar.Sisi timurnya dibatasi oleh Sungai Gendol yang merupakan lokasi penambangan pasir. Namun bencana alam meletusnya Gunung Merapi telah membawa perubahan besar bagi daerah wisata Bebeng ini.

Kotagede
Kotagede, sebuah nama yg familiar di telinga dan sangat identik dengan Jogja. Apa yang membuat kota kecil ini begitu banyak dibicarakan orang? Terletak sekitar 10 kilometer di sebelah tenggara jantung kota Yogyakarta, wilayah itu sekarang terkenal dengan nama Kotagede yang merupakan sentra kerajinan perak di Yogyakarta. Menyimpan sekitar 170 bangunan kuno buatan tahun 1700 hingga 1930, menjadikan Kotagede tidak cukup disebut sebagai Kota Perak, tetapi Kota Tua bersejarah.
Sebagian besar masyarakat maupun wisatawan yang pernah berkunjung ke Yogyakarta mengenalnya sebagai kota perak. Kerajinan perak sendiri merupakan budaya turun temurun. Pada awalnya kerajinan di Kotagede berupa emas, perak dan tembaga. Namun seiring waktu, kerajinan peraklah yang paling diminati. Sehingga para pengrajin lebih banyak memilih untuk mengolah perak hingga sekarang. Saat ini, kerajinan ini sudah diekspor ke manca negara. Dan biasanya permintaan akan melonjak setiap akhir tahun.?
Selain kerajinan perak Kotagede juga terkenal dengan nilai historis sejarahnya sebagai kerajaan Mataram lama. Awalnya, Kotagede adalah nama sebuah kota yang merupakan Ibukota Kerajaan Mataram Islam. Selanjutnya kerajaan itu terpecah menjadi Kesunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Wilayah Kecamatan Kotagede sebagian merupakan bagian dari bekas Kota Kotagede ditambah dengan daerah sekitarnya. Sedangkan bagian lain dari bekas Kota Kotagede berada di wilayah Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul.
Dari beberapa catatan yang didapat, Kotagede memiliki sejarah yang cukup kuat didalam Kesultanan Ngayogyakarto. Kotagede dalam sejarah merupakan hadiah yang diberikan Sultan Hadiwijaya. dibagian selatan Kotagede kita bisa menemukan beragam peninggalan sejarah kerajaan antara lain Masjid Agung Kotagede, Kampung Alun-alun, kampung nDalem sebagai peninggalan Kraton Mataram Kotagede dan masih ada beberapa bangunan yang memiliki nilai historis di daerah ini. Kampung Bumen yang terletak di kecamatan Purbayan tidak terlepas dari nilai histori ini, di kampung ini masih terdapat pondasi batu bata merah sisa pesanggrahan para putri kraton. Hanya tinggal beberapa batu bata merah itu terlihat utuh, sayang sekali karena situs bersejarah tersebut belum terawat dengan baik.
Di daerah selatan perkampungan, terdapat sebuah pasar rakyat yang dikenal dengan sebutan Pasar Gede. Meski bangunannya hanya memakai arsitektur sederhana dan seadanya, pasar tradisional yang dibangun pada masa Panembahan Senopati tsb telah menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat pada zamannya. Hal ini yang membuat Kotagede dikenal dengan nama Pasar Gede atau Sargede dulunya.
Sekitar 50 meter selatan Pasar Gede di jalan Masjid Besar, sebuah gapura dengan benteng panjang melindungi salah satu situs kejayaan Mataram tempo dulu yang masih terawat dengan baik, sebuah Petilasan Kraton Kotagede. Beberapa pohon beringin berjulur panjang yang menandakan usianya yang telah tua seolah menjadi penjaga tempat keramat tersebut. Melewati gapura kedua ada sebuah tembok tinggi sekitar dua meter dengan jalan di kedua sisinya menghalangi pandangan dari gapura ketiga yang menjadi jalan menuju kompleks Masjid Agung.
Di tengah kompleks terdapat Masjid pertama di Kotagede dikelilingi rumah para Abdi Dalem. Masjid tersebut dibangun oleh Sultan Agung bersama masyarakat setempat – yang waktu itu kebanyakan memeluk agama Hindu dan Budha – maka arsitekturnya pun banyak mengadopsi corak khas arsitektur Hindu dan Budha. Salah satunya adalah gapura masjid yang berukiran mirip vihara. Ukiran-ukiran kayu yang menghiasi hampir setiap sudut masjid juga bercorak gaya Hindu dan Budha. Hal ini menjadi keunikan tersendiri dari masjid ini. Di dalam Masjid juga terdapat sebuah mimbar yang berukiran unik, upeti dari Adipati Palembang kepada Sultan Agung.
Sebelah selatan Masjid terdapat komplek makam para Pendahulu Kerajaan Mataram serta kerabat keluarga kerajaan yang juga merupakan tempat tinggal Ki Ageng Pemanahan dulunya. Terdapat sebuah bangsal duda (sekarang menjadi koperasi) ketika melewati gapura pertama sebelum memasuki gapura kedua.
Melewati gapura kedua sebuah komplek menjadi pembatas sekaligus jalur penghubung menuju makam juga Sendang Saliran (tempat pemandian). Pada komplek ini terdapat kantor, gudang, bangsal pengapit lor dan bangsal pengapit kidul. Di sebelah barat komplek terdapat sebuah gapura menuju komplek makam. Memasuki komplek ini, wisatawan diwajibkan memakai pakaian adat Jawa dan melaksanakan tahlilan (doa) sebelum membuka makam. Melewati sekitar 720 makam, wisatawan akan dihantar menuju sebuah bangunan utama yang menjadi tempat bersemayam Keluarga Besar Kerajaan. Di antaranya Nyai Ageng Nis dan P. Djoyo Prono yang merupakan eyang dari Panembahan Senopati, Ki Ageng Pemanahan (ayah dari Panembahan Senopati), Panembahan Senopati hingga Kyai Wonoboyo Mangir, menantu sekaligus musuh Panembahan Senopati yang makamnya setengah berada di luar bangunan menjadi keunikan tersendiri di makam ini. Konon kematian Kyai Ageng Mangir disebabkan kepalanya dibenturkan ke batu yang menjadi singgasana Panembahan Senopati oleh Panembahan sendiri. Batu itu sendiri masih bisa dilihat di sebelah selatan komplek Masjid sekitar 100 meter. Sementara itu di sebelah selatan makam terdapat tempat pemandian yang terbagi menjadi Sendang Kakung untuk pria dan Sendang Putri untuk wanita.
Di Kotagede ada rumah sangat unik yg disebut dengan nama Rumah Kalang, yaitu rumah kuno yang dibangun oleh almarhum Pawiro Suwarno pada 1920-an, yang waktu itu seorang pengusaha kaya di Kotagede. Orang Kalang merupakan pendatang yang diundang oleh Raja untuk menjadi tukang ukir perhiasan kerajaan. Keunikan Rumah Kalang ini adalah adanya perpaduan unsur Jawa dan Eropa, yaitu joglo yang dijadikan rumah induk terletak di bagian belakang dan di depan bangunan model Eropa. Bangunan Eropa ini cenderung ke bentuk baroque, berikut corak corinthian dan doriq. Sedang pada bangunan joglonya, khususnya pendopo sudah termodifikasi menjadi tertutup, tidak terbuka seperti pendopo joglo rumah Jawa. Relief-relief dengan warna-warna hijau kuning, menunjukkan bukan lagi warna-warna Jawa lagi. Munculnya kaca-kaca warna warni yang menjadi mosaik penghubung antar pilar-pilar, menunjukkan joglo ini memang sudah menerima sentuhan lain.
Rumah bergaya campuran Jawa dan Eropa ini yang sekarang menjadi milik keluarga Ansor terletak sekitar 300 meter di utara Pasar Gede. Sambil menikmati keindahan arsitektur masa lampau, wisatawan juga bisa membeli kerajinan perak yang diukir indah oleh tangan-tangan terampil serta menikmati santapan lezat di rumah keluarga Ansor yang telah dijadikan salah satu galeri perak terbesar di Kotagede serta sebuah restoran tanpa merubah bentuk asli rumah tersebut.

Pantai Parangtritis
Pantai Parangtritis, adalah sebuah pantai di pesisir Samudra Hindia yang terletak kira-kira 27 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Parangtritis merupakan objek wisata pantai yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Depok, Baron, Kukup, Krakal, dll. Sebenarnya di wilayah pesisir selatan Jogja terdapat sekitar 13 obyek wisata pantai yang semuanya memiliki pesona wisata. Namun entah mengapa Parangtritis yang menempati urutan pertama dalam angka kunjungan wisata, dibanding pantai-pantai lainnya. Mungkin dikarenakan Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung – gunung pasir yang tinngi di sekitar pantai, dimana gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk.
Kepercayaan masyarakat setempat tentang legenda Nyi Roro Kidul juga dengan sendirinya melahirkan pesona tersendiri sehingga mampu menyedot jumlah wisatawan lebih besar dibanding pantai-pantai lainnya. Ada kepercayaan unik di Parangtritis. Boleh percaya boleh tidak bahwa memakai pakaian berwarna hijau di Parangtritis bisa membawa petaka. Menurut kepercayaan masyarakat setempat warna hijau adalah warna kesukaan Nyi Roro Kidul, sehingga dikhawatirkan yang memakai baju / kaos hijau akan diseret ombak ke laut karena dikehendaki oleh sang penguasa laut selatan. Adapun kebenarannya, wallahu alam bishawab.
Pantai yang termasuk wilayah Bantul ini merupakan pantai yang landai, dengan bukit berbatu, pesisir dan berpasir putih serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Di kawasan ini wisatawan dapat berkeliling pantai menggunakan bendi dan kuda yang disewakan dan dikemudikan oleh penduduk setempat. Selain terkenal sebagai tempat rekreasi, parangtritis juga merupakan tempat keramat. Banyak pengunjung yang datang untuk bermeditasi. Pantai ini merupakan salah satu tempat untuk melakukan upacara Labuhan dari Kraton Yogyakarta.
Nama Parangtritis mempunyai sejarah tersendiri. Syahdan, jaman dahulu kala seseorang pangeran bernama Dipokusumo yang melarikan diri dari Kerajaan Majapahit datang ke daerah tersebut untuk melakukan semedi. Ketika melihat tetesan-tetesan air yang mengalir dari celah batu karang, ia pun menamai daerah ini menjadi parangtritis, dari kata parang yg artinya batu dan tumaritis yang bisa diartikan sebagai tetesan air.
Banyak sisi menarik apabila kita berwisata ke Parangtritis. Pemandangan alamnya yang indah tentu saja yang menjadi sajian utama. Untuk menikmatinya, kita bisa sekedar berjalan kaki menyusuri pantai. Atau jika nggak mau capai kita juga bisa menyewa jasa bendi yang akan mengantar kita melewati rute serupa. Selain bendi ada pula tawaran menunggang kuda untuk menjelajahi pantai.
Selain pemandangan alamnya ternyata di Parangtritis ada juga tempat bersejarah yang terdapat di sekitar pantai. Salah satunya adalah Makam Syeh Bela Belu yang terletak di jalan menuju pantai. Kita bisa naik melalui tangga yang menghubungkan jalan raya dengan bukit tempat makam sakral ini. Umumnya, banyak peziarah datang pada hari Selasa kliwon.
Lalu ada pula wisata gua, Gua Langse namanya. Untuk menuju Gua Langse harus ditempuh dengan berjalan kaki sejauh 3 km dan melalui tebing setinggi 400 meter dengan sudut kemiringan yg sangat terjal. Untuk memasuki gua yang juga sering disebut sebagai Gua Ratu Kidul ini, anda harus meminta ijin pada juru kuncinya terlebih dahulu.

Selengkapnya simak http://jogya.com



Artikel Terkait:

3 komentar:

  1. saya jadi pengen ke borobudur sobat...

    BalasHapus
  2. klo ane ke jogja, pasti pertama kali singgah ke malioboro
    kangen sama jogja

    BalasHapus

Terima kasih Anda telah menyimak Artikel ini.
Artikel ini kami kutip dari berbagai sumber,sebaiknya Anda simak juga sumbernya melalui link yang disediakan.
Apabila berkenan silahkan berikan komentar.