Societeit de Harmonie.


Societeit de Harmonie

Dahulu gedung berarsitektur Eropa ini tidak hanya digunakan untuk acara kesenian, tetapi juga sebagai tempat pertemuan gubernur, walikota, dan petinggi militer Belanda.  
  
Berfungsi Total
Gedung Societeit de Harmonie yang saat ini dalam tahap renovasi dibangun pada tahun 1896 di sebuah tanah lapang di Jalan Prins Hendrik yang sekarang dikenal dengan nama Jalan Riburanne. Gedung yang dibangun oleh pemerintah Belanda  ini berdampingan dengan kantor gubernur saat masih berstatus Gubernur Celebes dan berdekatan dengan Fort Rotterdam serta pemukiman orang-orang Belanda yang disebut Vladingen.


Societeit de Harmonie berarti gedung perkumpulan harmoni. Dahulu, gedung ini tidak hanya digunakan untuk acara kesenian, tetapi juga sebagai tempat pertemuan gubernur, walikota, dan petinggi militer Belanda. Selain itu, tak jarang pula gedung ini dipakai sebagai tempat diadakannya pesta oleh Gubernur Jenderal Belanda. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), gedung ini dijadikan sebagai balai kota masyarakat.


Pada masa setelah kemerdekaan, gedung ini silih berganti fungsi, mulai sebagai kantor hingga sebagai gedung pertunjukan. Tahun 1998, para praktisi kesenian berhasil mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memfungsikan Societeit de Harmonie sebagai gedung kesenian secara total, sekaligus merenovasi dan menambah peralatan pertunjukan. Sejak itu, gedung bersejarah ini disebut Gedung Kesenian Sulawesi Selatan Societeit de Harmonie atau disingkat GKSdH.

Bangunan Societeit de Harmonie berciri Eropa abad XIX ini bergaya Renaisance atau Yunani Baru ( Neo Griekse Stijl) yang merupakan perkembangan dari gaya Rokoko. Namun tak sedikit yang menyebutnya bergaya Empire yang menjadi tren di Eropa pada masa itu. Bangunan asli yang dibangun pada tahun 1896 ini pernah mengalami pemugaran pada tahun 1910-an. Bangunan awal abad ke-20 itulah yang nampak sampai sekarang.

Denah Gedung

Societeit de Harmonie berdiri kokoh di depan jalan raya dengan bentuk asimetris yang ditandai oleh adanya menara pada sisi timur yang memperlihatkan kemegahan Societeit de Harmonie. Sudut bangunan ini berbentuk huruf  L dengan ruang terbuka yang difungsikan sebagai halaman dalam. Pintu utama berada di sisi timur gedung melalui sebuah teras yang terdapat di bawah atap dari unit bangunan yang menonjol ke depan yang dihubungkan dengan lobby yang fungsi awalnya sebagai ruang dansa. Selanjutnya, di sisi barat lobby terdapat lagi ruang terbuka yang menyatu dengan taman di belakang untuk bersantai. Pada ruang terbuka tersebut terdapat konstruksi penyangga atap berupa kolom-kolom.

Dalam unit utama terdapat auditorium yang berfungsi sebagai tempat pertunjukan. Sistem konstruksi gedung berupa kolom-kolom yang berderet pada bagian kaki, badan, dan kepala dihias dengan ornamen modern. Garis-garis vertikal dan horizontal dari ventilasi, tritisan dan sebagainya, juga menjadi unsur dekoratif yang menarik. Sekalipun ada penambahan pada dinding dan pola tata ruang bangunan pada perkembangan selanjutnya, namun tidak mengubah konstruksi lama. Hal ini disesuikan dengan perubahan fungsi setelah tidak lagi digunakan sebagai gedung pertunjukan. Bentuk atap berupa limasan berkemiringan tajam merupakan unsur lokal yang diterapkan pada bangunan, sedang atap pada menara berbentuk kubah, runcing, dan patah di tengah berbentuk bujur sangkar.

Selengkapnya lihat  MAKASSAR TERKINI.



Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Anda telah menyimak Artikel ini.
Artikel ini kami kutip dari berbagai sumber,sebaiknya Anda simak juga sumbernya melalui link yang disediakan.
Apabila berkenan silahkan berikan komentar.