Taman Nasional Lorenz.

Taman Nasional Lorentz merupakan kawasan konservasi yang dikelola berdasarkan asas perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam dan ekosistemnya. Kawasan ini di tunjuk sebagai Taman Nasional berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 154/Kpts-II/1997, dengan luas kawasan 2. 505.600 ha. Kemudian pada tahun 1999, Komite warisan dunia UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai salah satu Situs Warisan Dunia, seluas 2.350.000 ha. Kawasan ini merupakan kawasan lindung terbesar di Asia Tenggara dan satu-satunya kawasan lindung di dunia yang mempersatukan suatu kesinambungan alam yang utuh mulai dari puncak salju sampai kawasan perairan laut tropis, termasuk kawasan lahan basah dataran rendah yang luas (Komite Warisan Dunia, 1999). Nama Lorentz sendiri diambil dari nama seorang ilmuan Belanda, Dr.H..A. Lorentz, yang melakukan ekspedisi ke pedalaman Papua sampai ke Puncak Mandala (Wilhelmina) pada tahun 1909.



Secara geografis, Taman Nasional Lorentz terbentang pada 136059™36,168 139009™25,308BT dan 3043™10,992 “ 5026™39,120 LS. Kawasan Taman Nasional Lorentz meliputi wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Mimika, kabupaten Paniai dan Kabupaten Asmat Propinsi Papua, serta beberapa kabupaten pemekaran baru seperti Kabupaten Nduga, Kabupaten Lanni Jaya dan kabupaten puncak. Jumlah tersebut akan terus meningkat seiring dengan adanya pemekaran kabupaten baru. Gugusan pegunungan tengah papua mendominasi lansekap kawasan Lorentz yang mencapai ketinggian 4.884 m dpl. Di sekitar dan dalam kawasan Taman Nasional Lorentz terdapat sekitar 9 (sembilan) kelompok suku, yaitu:

 * Suku Asmat dengan sub suku Joerat dan Emariu Ducur, terdapat di sebelah selatan batas timur TN. Lorentz .

 * Suku Nduga, ke arah utara batas timur TN. Lorentz

 * Suku Somahai , ke arah timur batas timur TN. Lorentz

 * Suku Dani (Hupla, Mukoko, Hiriakup), sebelah timur batas timur TN. Lorentz.

 * Suku Dani Barat/Lani, di sebelah timur batas utara TN. Lorentz.

 * Suku Moni/Dem, disebelah barat batas utara TN. Lorentz.

 * Suku Amungme/Damal, di sebelah selatan batas utara TN. Lorentz.

 * Suku Sempan, dibagian selatan TN. Lorentz ditepi pantai selatan Papua.

 * Suku Komoro dengan 13 sub suku, di batas barat TN. Lorentz.

Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.

Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx). Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

Potensi Keindahan Alam

· Potensi Panorama Alam yang indah; keindahan pantai panorama hutan bakau dan nipah dengan akar-akar bakau yang tersusun rapi di atas permukaan air menghiasi tepi-tepi kali sepanjang mata memandang, panorama air terjun yang asri, panorama bentangan es (gletser) di Puncak Cartensz dengan ketinggian 4.760-4.884 m dpl.

· Wisata Alam Danau Habema; Danau Habema terletak di Distrik Pelebaga, berada pada ketinggian di atas 3.000 m dpl, memiliki keindahan alam yang mempesona.

Selengkapnya simak papua.go.id

Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Anda telah menyimak Artikel ini.
Artikel ini kami kutip dari berbagai sumber,sebaiknya Anda simak juga sumbernya melalui link yang disediakan.
Apabila berkenan silahkan berikan komentar.