Arung Jeram Songa.

Bermain dengan Arung Jeram Songa



Arung Jeram Songa terletak di dusun Angin-angin, desa Ranu Gedang, kecamatan Tiris - Probolinggo. Mungkin di desa ini dulu penghasil pisang sehingga diberi nama Ranu Gedang (Gedang=pisang). Wisata Arung Jeram Songa menggunakan sungai Pekalen medianya. Sungai ini bersumber dari airmata Argopuro dan Gunung Lamongan dengan lebar rata-rata 5 - 20 meter, kedalaman 1 - 3 meter.

Sungai Pekalen memiliki cerita historis dimana Sang Prabu Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajahmada pernah singgah. Legenda lain juga menyebutkan bahwa sang Ratu Dewi Rengganis pernah singgah ke sungai ini sebelum melarikan diri ke gunung Argopuro. Sampai sekarang penduduk sekitar masih meyakini, sehingga setiap Jumat Legi pukul 00.00 dilakukan ritual di tempat pemandian sang ratu.

Sungai Pekalen merupakan sungai permanen, karena dapat diarungi meskipun pada musim kemarau dengan arus yang tidak terlalu deras. Pada bulan Januari hingga April debit air tinggi sehingga arus air menjadi lebih deras. Sungai ini dikategorikan memiliki tingkat grade II sampai dengan III +. Atau setingkat di atas Sungai Ayung-Bali dan Sungai Saddang-Sulawesi Selatan. Tingkat kesulitan ini diperparah dengan adanya air terjun di beberapa lokasi. Tantangan lainnya harus turun ke sungai dengan menggunakan tali memakai teknik repeling bahkan mengharuskan lining atau memindahkan perahu dengan teknik diulur memakai tali dan portaging yaitu mengangkut perahu karena tidak mungkin diarungi.

Wilayah jalur rafting Sungai Pekalen dibagi menjadi dua yaitu, Pekalen Atas dan Pekalen Bawah. Pekalen atas memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dan dikhususkan bagi mereka yang sudah berpengalaman atau professional. Sedangkan Pekalen Bawah, dengan dua operator yaitu Regulo dan Songa, lebih ditujukan pada layanan wisata. Meskipun begitu, jalur Pekalen Bawah tetaplah menantang.

Terdapat 32 jeram yang akan dilalui sepanjang jalur peraftingan. Masing-masing jeram punya nama sendiri. Pemberian nama-nama jeram tersebut tergolong unik, yaitu berdasarkan peristiwa yang terjadi ketika melakukan pengarungan. Misalnya, sebuah jeram bernama Jeram Indosat. Nama tersebut diberikan karena di jeram tersebut seorang petinggi Indosat terjatuh kedalam air.

Tantangan berupa puluhan jeram-jeram sungai dan juga pemandangan alami yang khas dengan nuansa pedesaan akan memberikan sebuah pengalaman tak terlupakan bagi para pengunjungnya. Dan lebih menariknya lagi, konon, lokasi arung jeram di alur sungai Pekalen, merupakan alur terbaik setelah sungai Citarik di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Kondisi dan medan kedua sungai ini hampir sama, bedanya arung jeram di Sungai Citarik lebih dulu dikenal untuk berwisata serta terdapat beberapa operator yang melayani wisatawan.

Karakteristik sungai berbelok dan bertebing, Panorama alam yang indah, puluhan jeram yang exotic dan menantang, kemegahan air terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar, serta masih ditemuinya beberapa satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak, linsang, tupai dll menjadi daya tarik tersendiri yang dapat Anda nikmati selama perjalanan.

Sumber http://berlibur-yuk.blogspot.com



Artikel Terkait:

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih Anda telah menyimak Artikel ini.
Artikel ini kami kutip dari berbagai sumber,sebaiknya Anda simak juga sumbernya melalui link yang disediakan.
Apabila berkenan silahkan berikan komentar.