Gunung Dieng.
Kompleks Gunung Dieng. [Gunung tua yang sedang bergolak].
![dieng-merah-putih[1] http://ysc.web.id/wp-content/uploads/2009/05/dieng-merah-putih.jpg](http://rovicky.files.wordpress.com/2011/05/dieng-merah-putih1.jpg?w=300&h=200)
Dataran
tinggi Dieng lebih dikenal sebagai lokasi wisata ketimbang sebuah
kompleks gunungapi tua dengan segala seluk beluknya.
Secara geologi
Dieng merupakan sebuah kompleks gunungapi tua yang berada di Jawa
Tengah.Lokasi wisata ini sudah dikenal didalam maupun luar negeri.
Berita tentang naiknya status Waspada (level 3) kompleks Gunung Dieng
ini tentunya banyak mengundang pertanyaan. Apa sebenernya kompleks
gunung Dieng ini.
Menurut catatan VSI (Vulkanological Survey Indonesia) kompleks gunungapi ini dikenal dengan :
- Nama : G. Dieng (Nama Lain : Gunung Parahu)
- Lokasi : Koordinati : 7°12′ LS dan 109°54′ BT . Nama kota Dieng Kulon. Kota terdekat Banjar-negara (kota Kabupaten)
- Ketinggian : 2565 m. dpl.
- Tipe Gunungapi : Strato, dengan lapangan solfatara dan fumarola, serta banyak kawah (cone).

Kawah Sinila yang pernah mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979
- Sejarah Geologi Kawasan Gunung Dieng

Peta kawah-kawah di Kompleks Gunung Dieng
- Episoda pertama (Formasi Pra Kaldera)
- Episoda ke dua

Peta Bencana Sinila 1979
- G. Bisma, yaitu kawah tua yang terpotong membuka kearah barat, dengan produknya berupa lava dan jatuhan piroklastik.
- G. Seroja memperlihatkan umur lebih muda dengan tingkat erosi selope yang kurang kuat dibandingkan G.Bisma. Produknya berupa lava berkomposisi andesitis dan endapan piroklastika.
- G.Nagasari, yaitu gunungapi composite, terdapat diantara Dieng-Batur dan berkembang dari utara ke selatan.
- G. Palangonan dan Mardada memiliki kawah yang berlokasi kearah timur dari Nagasari, masih memperlihatkan morfologi muda (bertekstur halus), serta menghasilkan lava dan endapan piroklastika.
- G. Pager Kandang (Sipandu) memiliki kawah pada bagian utara. Solfatara dan fumarola tersebar sepanjang bagian dalam dan luar kawah dengan suhu 74oC, serta batuan lava berkomposisi basaltis, yang tersingkap di dinding kawah.
- G. Sileri, merupakan kawah preatik yang memperlihatkan aktivitas hydrothermal berupa airpanas dan fumarola. Kawah ini telah aktif sejak dua ratus tahun terahir, menghasilkan piroklastika jatuhan.
- G. Igir Binem, adalah gunungapi strato yang memiliki dua kawah, disebut dengan telaga warna, yang tingkat aktivitas hidrothermalnya cukup kuat.
- Group G. Dringo-Paterangan terletak didalam daerah depresi Batur, terdiri dari kawah komposite, menghasilkan lava andesitis dan piroklastik jatuahan.

Peta Geologi Dieng yang dibuat oleh Pak Sukhyar (1994), kini Kepala Badan Geologi.
Tahun | Nama Gunung/Kawah | Aktivitas letusan | Produk Letusan/korban |
1450 | Pakuwojo | Letusan normal | Abu/Pasir ? |
1825/1826 | Pakuwojo | Letusan normal | Abu/Pasir ? |
1883 | Kw.Sikidang/Banteng | Peningkatan kegiatan | Lumpur kawah |
1884 | Kw.Sikidang | Letusan normal | ? |
1895 | Siglagak | Pembentukan celah | Uap belerang |
1928 | Batur ? | Letusan Normal | Lumpur dan batu |
1939 | Batur | Letusan normal | Uap dan Lumpur,5 orang meninggal |
1944 | Kw.Sileri | Gempabumi dan letusan | Lumpur/59 meninggal,38 luka-luka, 55 orang hilang |
1964 | Kw.Sileri | Letusan normal | lumpur |
1965 | Kw.Condrodimuko/Telaga Dringo | Hembusan fumarola, lumpur (?) | Uap air dominan |
1979 | Kw.Sinila | Hembusan gas racun | Gas CO2, CO ?, CH4,Korban 149 meninggal |
1990’s | Kw. Dieng Kulon | Letusan freatik | lumpur |

Kawah di Gunung Dieng
- Erupsi tampa adanya tanda-tanda (precursor) dari seismisity, yaitu hasil dari proses “self sealing” dari solfatar aktif (erupsi hydrothermal).
- Erupsi yang diawali oleh gempabumi lokal atau regional, atau oleh adanya retakan dimana tidak adanya indikasi panasbumi dipermukaan. Erupsi dari tipe ini umum terjadi di daerah Graben Batur, sebagaimana diperlihatkan oleh erupsi freatik dari vulkanik Dieng pada Pebruari 1979.